Cari Blog Ini

Selasa, 21 Februari 2012

Pemasangan Pelat Nomorku

Hmmmm...tentu kita sudah sering mendengar tentang peraturan mengenai pemasangan Pelat Nomor yang diharuskan untuk tidak merubah bentuk asli dari Pelat Nomor itu sendiri kan????
Kalau pemasangan yang seperti ini bagaimana? Cekidot di gambar bawah ini yah...

Penampakan bagian belakang dari Pelat Nomor Belakang.

Gambar di atas adalah penampakan Pelat Nomor bagian belakang (untuk bagian depan kurang lebih sama lah). Jadi, untuk pemasangan dengan cara seperti itu, yang saya lakukan adalah:
  1. Pertama-tama siapkan pelat tebal dulu (kalau nggak salah yang tak pakai itu ±2mm). Potong dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran Pelat Nomor aslinya (tapi juga jangan terlalu kecil, ndak tulisannya nggak kelihatan). Kemudian tempatkan plat pada dudukan Pelat Nomor dan lubangi untuk pemasangan baut.
  2. Pasang baut (biasanya ukuran 10) ke pelat tebal yang sudah dibuat. Kemudian lem bautnya menggunakan lem castol (bukan iklan nih, bisa diganti dengan lem merk lain koq). Agar ketika pemasangan, bautnya tidak mudah berputar2 nantinya. Tunggu sampai lem kering.
  3. Bagian putih (bingkai) di sekitar Pelat Nomor harus diratakan dahulu, dengan cara dipukul menggunakan palu karet, dialasi kayu (biar nggak lecet2 dong Pelat Nomornya.
  4. (Optional) Kalau merasa cat yang asli kurang bagus, bisa dicat ulang, dengan catatan, tentu saja warna cat disesuaikan dengan warna Pelat Nomor yang asli. Tunggu sampai kering, baru lanjut ke langkah selanjutnya.
  5. Tempatkan pelat tebal di depan Pelat Nomor, dan mal bagian yang mau ditekuk dengan cara menggores bagian depan Pelat Nomor (yang berlatarkan hitam >> jangan sampai kena tulisan nomornya yah) menggunakan cutter. Ini akan memudahkan dalam proses penekukan.
  6. Pasangkan bagian belakang Pelat Nomor menutupi kepala baut yang telah dilem tadi, dan tekuk sekeliling Pelat Nomor ke pelat tebal. Kalau sudah, menggunakan palu karet tadi dan beralaskan kayu lunak, pukul2 sekeliling pelat, biar hasilnya lebih rapi dan lebih kuat.
  7. Selesai!!! Sekarang Pelat Nomor dapat langsung dipasang.
Alasan kenapa saya memasang Pelat Nomor dengan cara tersebut adalah:
  1. Dari segi estetis, tentu saja pemasangan dengan cara seperti ini lebih enak dilihat, karena tidak terlihat kepala baut yang menonjol dan tidak perlu melubangi Pelat Nomor asli.
  2. Dari segi visibility, tentu saja pemasangan ini sangat membantu agar pelat Nomor dapat dilihat dengan jelas. Karena fokus hanya di bagian tulisan saja (tidak terganggu dengan border putihnya. Terlebih lagi di bagian depan, dengan ukuran yang dikecilkan sedikit ini, Pelat Nomor tidak akan tertutup lampu utama :)
  3. Masalah awet...sudah terbukti, pemasangan dengan cara penambahan pelat tentu akan bikin awet. Karena Pelat Nomor tidak mudah tertekuk, tidak rusak karena dilubangi dan juga tidak mudah terlepas. Terlebih tidak mudah goyang dan bunyi kletek2 ketika berjalan kencang.
  4. Ramah lingkungan (IMHO) karena pelat tebal yang digunakan tidak perlu diganti selama bertahun-tahun ke depan, dan dapat digunakan untuk pemasangan Pelat Nomor selanjutnya. (sudah saya buktikan di motor lamaku, hampir 12 tahun memasang dengan cara ini)
  5. Ramah juga untuk motor (terutama Vixion >> Lihat gambar paling bawah). Kotak berwarna pink memperlihatkan jarak antara Pelat Nomor dengan lampu sein. Dengan ukuran yang lebih kecil, pelat tidak akan menggores lampu. Di motor temenku, dia memasang Pelat Nomor langsung saja, dan hasilnya, Pelat Nomor menggores lampu sein (padahal umur motornya belum ada 5bulan). Hal ini dikarenakan pada Vixion, terdapat tonjolan yang mencegah pemasangan pelat nomor terlalu ke bawah (lihat lingkaran warna pink >> di tempat pemasangan bagian depan juga ada), yang apabila dipasang pelat nomor asli, maka Pelat Nomornya dapat dengan mudah menyundul lampu sein.
Hmmm...tapi sangsi juga sih, apakah pemasangan dengan cara seperti ini bakal melanggar peraturan apa enggak. Cuma saja, kalau ada polisi yang menegur, saya sudah nyiapin beberapa jurus:
  1. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.
    Peraturan yang tak temukan hanya ini :( Apakah ada yang menemukan peraturan yang lainnya? Yang menunjukkan bahwa cara pemasangan dengan cara di atas adalah salah? Masih ragu je, dengan syarat bentuk di atas :o
  2. “Pemasangan seperti ini akan memudahkan Bapak/Ibu untuk melihat dengan jelas Pelat Nomor saya. Coba lihat di bagian depan Pak/Bu, kalau saya pasang biasa, bagian atas akan tertutup lampu utama.”
  3. “Pemasangan ini juga membantu saya agar tidak merusak lampu sein Pak/Bu (lihat keterangan nomor 5 di atas). Seharusnya pihak produsen Sepeda Motor juga diberikan arahan mengenai ukuran Pelat Nomor, sehingga bisa mendesain dudukan Pelat Nomor yang tidak merusak properti sepeda motor itu sendiri.”
  4. “Kalau pemasangan yang menurut saya ini memudahkan, tetapi tetap ditilang, bagaimana dengan tukang cat yang mengecat Pelat Nomor ini? Soalnya lihat saja, pasti banyak dari Pelat Nomor asli yang pengecatannya dilakukan dengan sembarangan (pada lingkaran merah >> angka 9 dan 8 koq jadi satu??? ; lingkaran biru >> itu huruf Q apa O??? ; lingkaran kuning >> lebih mudah membaca angka 5 atau membaca keseluruhan Pelat Nomor ini Pak/Bu?). Daripada Bapak/Ibu mempermasalahkan Pelat Nomor ini, Bapak/Ibu seharusnya memperbaiki cara pengecatan yang dilakukan di Kantor Samsat dulu aja, biar kita juga sama-sama enak “
(jangan lupa kasih senyum dan sampaikan argumenmu dengan nada yang rendah, biar polisi juga menerima pernyataanmu)


Tampak Belakang

Bagaimana dengan kamu?

Kamis, 01 September 2011

Menambah kabel di sistem ground lampu utama Vixion

Setelah memegang si marun selama 6 bulan, akhirnya yang biasa dirasakan oleh vixioners kurasakan juga. Semakin aku menyadari, bahwa kalau kondisi lampu menyala (terutama ketika lampu sein juga menyala) dan kita menekan klakson, suara yang keluar akan sember (kekurangan arus, suara kayak kehabisan aki). Padahal waktu itu, kondisi kelistrikan masih standar abis, nggak ada modifikasi sama sekali. Dan sehabis cari2 info, ini disebabkan karena sistem pengkabelan si marun yang terlalu membebankan kepada satu kabel gound utama.

Sehabis tanya sana-sini, lewat forum vixi, juga lewat mekanik di BeRes (Bengkel Resmi) Yamaha, akhirnya berani juga aku “sedikit” memodifikasi kelistrikan si marun J
Program modifikasi ini adalah “memberikan kabel tambahan di ground lampu utama”. Dengan cara ini, diharapkan arus yang melewati kabel dapat terbagi, sehingga ketika semua lampu menyala, kabel ground utama tidak terlalu terbebani arus yang terlalu besar, hal ini diharapkan dapat menstabilkan arus yang mengalir.

Bahan yang diperlukan di sini adalah :
1.       Kabel serabut (biar lebih lentur) yang kuat untuk arus max 5A (karena daya lampu utama adalah 35W, dengan tegangan 12V, maka arus rata-rata lampu utama 3A) sepanjang 1,5 meter.
2.       Konektor aki 1 buah.
3.       Skun female 1 buah.
4.       Selang transparan diameter ± 0,7mm  sepanjang 2cm untuk menutup sambungan skun female.

Dan alatnya :
1.       Solder + Tenol, untuk menghubungkan kabel dengan konektor aki.
2.       Korek api untuk mengelupas isolator kabel.
3.       Lem tembak (Lem lilin) untuk menutup sambungan (diharapkan lebih tahan cipratan air) sekaligus memperkuat sambungan kabel dengan konektor aki dan skun.
4.       Tang jepit, untuk membengkokkan skun dan mengkaitkannya di kabel.
5.       Obeng (+) untuk membuka kap lampu depan dan bodi samping kanan.
6.       Kunci Ring/Pas/Shock ukuran 10 untuk membuka pengait tanki dan bodi samping kanan.
7.       Kunci L kecil (tersedia di tool kit Vixion) untuk membuka Panel Depan Kanan.

Caranya merangkai kabel tambahan :
1.       Kelupas kedua ujung kabel sepanjang ± 0,5cm, pertama-tama bakar isolator menggunakan korek api, kemudian tarik isolator menggunakan tang jepit.
2.       Sambungkan satu ujung dengan konektor aki (menggunakan solder dan tenol), kemudian tutup sambungannya menggunakan lem tembak.
3.       Sambungkan ujung satunya dengan skun female menggunakan tang jepit lagi. Untuk hasil terbaik, silakan lihat contoh penyambungan skun di kabel2 vixion J
4.       Agar lebih tahan cipratan air dan senggolan dengan bodi, pasangkan selang ke sambungan skun female, dan tutup pangkal selang menggunakan lem tembak.

Sedang cara untuk memasang kabel pada si marun :
1.       Lepaskan 2 baut di bawah kap lampu depan dengan menggunakan obeng (+). Tarik ke atas kap lampu bagian depan, sehinggal tutup lampu bagian depan akan lepas.
2.       Lepaskan juga pengait tanki (ada di bagian depan tanki), tapi tidak usah melepas baut pengikat bagian bawah tanki. Setelah itu angkat tanki, kemudian ganjal dengan kayu (Lihat gambar).


3.       Lepaskan Panel Depan Kanan (A) menggunakan kunci L kecil dan Penutup Samping Kanan (B) menggunakan obeng + dan kunci 10 (lihat gambar)


4.       Setelah itu, kita kembali ke kap lampu depan. Kita akan memasang kabel tambahan ke kabel lampu utama. Pertama-tama lepas kabel hitam yang keluar dari lampu utama (Ada 2 kabel hitam, yang pertama kabel agak kecil tanpa sambungan, ini untuk lampu indikator tembak di panel speedo, jangan dilepas. Yang kedua adalah kabel agak besar yang ada sambungannya, kabel ini masuk ke rangkaian ground utama, lepas saja dengan menarik sambungan yang tertutup selang kecil). Kemudian tancapkan skun male dari kabel hitam lampu dengan skun female buatan kita (lihat gambar, A adalah hasil penyambungan, B adalah sisa kabel yang dibuat melingkar dan disisipkan di pengait kiri).


5.       Hampir terakhir, kita akan mengurutkan pengkabelan dan menatanya serapi mungkin. Pertama, lewatkan kabel yang akan menancap di aki melalui lubang kap lampu bagian bawah. Kemudian ikuti sistem pengkabelan utama memutari delta box bagian depan. Dari bagian kanan delta box (Gambar A), tarik ke belakang hingga ke samping aki. Terakhir belok ke bagian negatif aki dan pasang konektor ke pool negatif aki menggunakan obeng (+) (Gambar B).



6.       Terakhir sebelum memasang kembali, kita akan mencobanya terlebih dahulu. Hidupkan kunci kontak dan hidupkan saklar lampu depan (bagi Vixi yang belum SOLO/AHO). Cek apakaah sudah menyala dengan normal. Kalau sudah rapikan kembali rangkaian kabel, pastikan jangan sampai kena mesin atau terjepit, kalau perlu ikat di rangka. Dan jangan lupa untuk memplester kabel yang keluar dari kap lampu utama.
7.       Kalau ini benar-benar yang terakhir nih. Pasang kembali seperti semula. Dan selamat menikmati vixion baru dengan sistem kelistrikan yang lebih stabil J

Untuk semakin memastikan, silakan dibandingkan, ketika lampu utama menyala, lampu sein dinyalakan dan rem ditekan, hidupkan klakson, bandingkan sebelum dan sesudah modifikasi dilakukan.

NB : Kalau merasa ada masalah, bisa langsung dikembalikan seperti standarnya hanya bermodalkan obeng (+) saja. Lepaskan Kap Lampu depan, lepaskan sambungan modifikasi, pasangkan kembali ke sambungan standarnya.

TABEL PERBANDINGAN SISI POSITIF DAN NEGATIF MODIFIKASI
No.
POSITIF
NEGATIF
1
Sistem kelistrikan lebih stabil, lampu nggak kedip-kedip, bunyi klakson lebih mantap, kerja fuel-pump lebih lancar.
Bisa dianggap melanggar garansi kelistrikan, KONSULTASIKAN DULU DENGAN PIHAK BERES.
2
Ada backup saluran ground, ketika ground depan putus dan lampu2 indikator mati, lampu utama masih bisa hidup.
Sistem pengkabelan jadi lebih ribet, usahakan merapikan serapi mungkin agar tetap terlihat cantik.