Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Spatbor Kolong a.k.a. Rear Fender

Setelah mengarungi jalanan dengan Vixionku selama beberapa lama, akhirnya aku menyadari bahwa:
  1. Cipratan dari ban ke kaki pengendara (baik itu depan maupun belakang) terlalu mantap (apabila tak bandingin dengan motor bebekku yang dulu).
  2. Shock breaker belakang terlalu cepat kotor ketika musim hujan (walaupun sudah dipasangin karet pelindung shock breaker).
  3. Cipratan ke kaki pembonceng semakin menjadi-jadi, ketika melewati daerah basah, pasti pembonceng akan sangat merasakannya.
Sepertinya ini dikarenakan ban motor sport yang lebih gede ukurannya daripada ban bebek. Dan juga bentuk bodi motor yang nggak ada penutupnya. Ini akan diperparah ketika menggunakan ban jenis garuk tanah (memakai kotak tahu di ban, kayak crosser itu lah). Memang, untuk menghindari hal seperti itu nggak akan bisa 100%, akan tetapi paling nggak pasti ada cara untuk mengurangi.... setelah bertapa selama beberapa hari, akhirnya aku menemukan beberapa solusi:
  1. Kembali menggunakan Honda Astrea Grandku >> Tapi opsi ini aku tidak suka, karena cipratan ban belakang ke boncenger lebih parah, dikarenakan spatbor belakang grandku udah nggak ada topinya. Alhasil ketika hujan atau melibas track basah, pembonceng pasti akan mandi gratis di bagian punggung dong. Kasiannnn....
  2. Menggunakan motor matic, yang notabene sangat membantu menghindari dari cipratan ban depan maupun belakang >> Heh...opsi yang sangat tidak ku suka...emang ganti motor matic tidak nambah biaya apa...kan aku nggak punya motor matic. Lagian kalo pake matic, kurang sreg kalau tak bawa jalan2 jauh :p
  3. Setelah melihat2 Vixion SE, sepertinya ada opsi yang bagus nih, dan memungkinkan untuk dilakukan. Yaitu memasang Cover Engine depan (sampai saat ini belum menemukan yang cocok) dan Spatbor Kolong. Ayo hunting...... :D
Setelah keluar masuk toko variasi dan mensurvey harganya, kutemukan wujud yang sesuai dengan incaranku dan dekat rumahku :) sipp...saatnya memasang...
Maaf...karena hujan rintik2 dan terburu-buru, nggak sempet foto2 di toko. Barang seharga nggak lebih dari 50k ini juga gak ada foto sebelum dipasang, pokoke langsung bawa pulang aja terus tak pasang sendiri, berikut langkah pemasangannya:
  1. Lepas keteng rantai asli (namanya apa yah, pokoke itu lho, yang digunakan untuk menutup rantai, terbuat dari plastik).
  2. Lepas roda belakang (kata yang jual, tanpa melepas roda juga bisa koq masangnya, tapi karena tak coba2 tetep gak bisa masuk, ya udah, nyopot roda aja lah).
  3. Lepas karet pelindung shock breaker (opsional >> aku mikirnya, spatbor kolong di Vixion SE aja nggak pakai pelindung karet koq, lagian cipratan lumpur kan bakal terhalang spatbornya >> cara pandang yang salah, akan saya ralat kemudian).
  4. Pasang spatbor belakangnya, PnP koq ama dudukan asli, tinggal masang lagi baut yang dari keteng tadi. Untuk bagian kanannya dapat ditambahi baut atau tali pengikat (opsional, karena tidak ditambahi juga cukup kuat koq).
  5. Biar bisa jalan, pasang kembali rodanya :p di bawah adalah penampakannya
Rear Fender

Hihihi...cukup keren yah (menurutku sih). Lagian modelnya juga sama seperti milik Vixion SE (IMO). Dan setelah tak buat jalan2 beberapa lama, menerobos medan yang sulit, dari gunung hingga lembah (lebay mode: ON) akhirnya aku menyadari bahwa pemasangan Spatbor Belakang saja masih bikin masalah, yaitu kotornya shock breaker belakang. Huhhh...koq kayaknya nggak beres terus sih. Dan setelah tak lihat2, sepertinya masalah ini bisa diatasi dengan memasang karet pelindungnya lagi dah. Akhirnya tak ulangi lagi dah, jadi tak lepas lagi spatbornya, kemudian tak pasang karetnya dulu, baru tak pasang lagi spatbornya. Hehe...mantap, shock breaker belakang jadi lebih terjaga kebersihannya dah :)

Bagian yang dilingkari biru adalah karet pelindung yang dimaksud.

Selama beberapa waktu menggunakan Spatbor belakang ini, beginilah review dariku:
  1. Good Looking, yah...jadi gak keliatan standar2 amat dah :8
  2. Lumayan mengurangi cipratan air bercampur kotoran dari roda belakang (saya bilang lumayan lhooo...).
  3. Ekonomis, hehe, dengan budget kurang dari 50k sudah bisa mendapatkan penampakan yang menyerupai Vixion SE
  4. Sangat membantu untuk menjaga kebersihan Shock Breaker belakang. Karena letaknya yang sangat tersembunyi membuat Shock Breaker belakang jarang dibersihkan (untukku sih), jadi menjaga kebersihannya akan sangat membantu untuk menjaga umurnya 'v'
Berikut beberapa penampakan hasil pemasangan Spatbor Belakang a.k.a. Rear Fender di Vixionku

Hmmm...gimana pendapatmu???

Kamis, 01 September 2011

Menambah kabel di sistem ground lampu utama Vixion

Setelah memegang si marun selama 6 bulan, akhirnya yang biasa dirasakan oleh vixioners kurasakan juga. Semakin aku menyadari, bahwa kalau kondisi lampu menyala (terutama ketika lampu sein juga menyala) dan kita menekan klakson, suara yang keluar akan sember (kekurangan arus, suara kayak kehabisan aki). Padahal waktu itu, kondisi kelistrikan masih standar abis, nggak ada modifikasi sama sekali. Dan sehabis cari2 info, ini disebabkan karena sistem pengkabelan si marun yang terlalu membebankan kepada satu kabel gound utama.

Sehabis tanya sana-sini, lewat forum vixi, juga lewat mekanik di BeRes (Bengkel Resmi) Yamaha, akhirnya berani juga aku “sedikit” memodifikasi kelistrikan si marun J
Program modifikasi ini adalah “memberikan kabel tambahan di ground lampu utama”. Dengan cara ini, diharapkan arus yang melewati kabel dapat terbagi, sehingga ketika semua lampu menyala, kabel ground utama tidak terlalu terbebani arus yang terlalu besar, hal ini diharapkan dapat menstabilkan arus yang mengalir.

Bahan yang diperlukan di sini adalah :
1.       Kabel serabut (biar lebih lentur) yang kuat untuk arus max 5A (karena daya lampu utama adalah 35W, dengan tegangan 12V, maka arus rata-rata lampu utama 3A) sepanjang 1,5 meter.
2.       Konektor aki 1 buah.
3.       Skun female 1 buah.
4.       Selang transparan diameter ± 0,7mm  sepanjang 2cm untuk menutup sambungan skun female.

Dan alatnya :
1.       Solder + Tenol, untuk menghubungkan kabel dengan konektor aki.
2.       Korek api untuk mengelupas isolator kabel.
3.       Lem tembak (Lem lilin) untuk menutup sambungan (diharapkan lebih tahan cipratan air) sekaligus memperkuat sambungan kabel dengan konektor aki dan skun.
4.       Tang jepit, untuk membengkokkan skun dan mengkaitkannya di kabel.
5.       Obeng (+) untuk membuka kap lampu depan dan bodi samping kanan.
6.       Kunci Ring/Pas/Shock ukuran 10 untuk membuka pengait tanki dan bodi samping kanan.
7.       Kunci L kecil (tersedia di tool kit Vixion) untuk membuka Panel Depan Kanan.

Caranya merangkai kabel tambahan :
1.       Kelupas kedua ujung kabel sepanjang ± 0,5cm, pertama-tama bakar isolator menggunakan korek api, kemudian tarik isolator menggunakan tang jepit.
2.       Sambungkan satu ujung dengan konektor aki (menggunakan solder dan tenol), kemudian tutup sambungannya menggunakan lem tembak.
3.       Sambungkan ujung satunya dengan skun female menggunakan tang jepit lagi. Untuk hasil terbaik, silakan lihat contoh penyambungan skun di kabel2 vixion J
4.       Agar lebih tahan cipratan air dan senggolan dengan bodi, pasangkan selang ke sambungan skun female, dan tutup pangkal selang menggunakan lem tembak.

Sedang cara untuk memasang kabel pada si marun :
1.       Lepaskan 2 baut di bawah kap lampu depan dengan menggunakan obeng (+). Tarik ke atas kap lampu bagian depan, sehinggal tutup lampu bagian depan akan lepas.
2.       Lepaskan juga pengait tanki (ada di bagian depan tanki), tapi tidak usah melepas baut pengikat bagian bawah tanki. Setelah itu angkat tanki, kemudian ganjal dengan kayu (Lihat gambar).


3.       Lepaskan Panel Depan Kanan (A) menggunakan kunci L kecil dan Penutup Samping Kanan (B) menggunakan obeng + dan kunci 10 (lihat gambar)


4.       Setelah itu, kita kembali ke kap lampu depan. Kita akan memasang kabel tambahan ke kabel lampu utama. Pertama-tama lepas kabel hitam yang keluar dari lampu utama (Ada 2 kabel hitam, yang pertama kabel agak kecil tanpa sambungan, ini untuk lampu indikator tembak di panel speedo, jangan dilepas. Yang kedua adalah kabel agak besar yang ada sambungannya, kabel ini masuk ke rangkaian ground utama, lepas saja dengan menarik sambungan yang tertutup selang kecil). Kemudian tancapkan skun male dari kabel hitam lampu dengan skun female buatan kita (lihat gambar, A adalah hasil penyambungan, B adalah sisa kabel yang dibuat melingkar dan disisipkan di pengait kiri).


5.       Hampir terakhir, kita akan mengurutkan pengkabelan dan menatanya serapi mungkin. Pertama, lewatkan kabel yang akan menancap di aki melalui lubang kap lampu bagian bawah. Kemudian ikuti sistem pengkabelan utama memutari delta box bagian depan. Dari bagian kanan delta box (Gambar A), tarik ke belakang hingga ke samping aki. Terakhir belok ke bagian negatif aki dan pasang konektor ke pool negatif aki menggunakan obeng (+) (Gambar B).



6.       Terakhir sebelum memasang kembali, kita akan mencobanya terlebih dahulu. Hidupkan kunci kontak dan hidupkan saklar lampu depan (bagi Vixi yang belum SOLO/AHO). Cek apakaah sudah menyala dengan normal. Kalau sudah rapikan kembali rangkaian kabel, pastikan jangan sampai kena mesin atau terjepit, kalau perlu ikat di rangka. Dan jangan lupa untuk memplester kabel yang keluar dari kap lampu utama.
7.       Kalau ini benar-benar yang terakhir nih. Pasang kembali seperti semula. Dan selamat menikmati vixion baru dengan sistem kelistrikan yang lebih stabil J

Untuk semakin memastikan, silakan dibandingkan, ketika lampu utama menyala, lampu sein dinyalakan dan rem ditekan, hidupkan klakson, bandingkan sebelum dan sesudah modifikasi dilakukan.

NB : Kalau merasa ada masalah, bisa langsung dikembalikan seperti standarnya hanya bermodalkan obeng (+) saja. Lepaskan Kap Lampu depan, lepaskan sambungan modifikasi, pasangkan kembali ke sambungan standarnya.

TABEL PERBANDINGAN SISI POSITIF DAN NEGATIF MODIFIKASI
No.
POSITIF
NEGATIF
1
Sistem kelistrikan lebih stabil, lampu nggak kedip-kedip, bunyi klakson lebih mantap, kerja fuel-pump lebih lancar.
Bisa dianggap melanggar garansi kelistrikan, KONSULTASIKAN DULU DENGAN PIHAK BERES.
2
Ada backup saluran ground, ketika ground depan putus dan lampu2 indikator mati, lampu utama masih bisa hidup.
Sistem pengkabelan jadi lebih ribet, usahakan merapikan serapi mungkin agar tetap terlihat cantik.